Luweng Ombo, Gua vertikal terdalam se- pulau Jawa

by - Maret 01, 2014


Siapa yang tidak mengenal gua ini. Gua vertikal yang keberadaannya sudah sangat dikenal bagi para penggiat penelusuran gua baik di Jawa maupun luar pulau Jawa. Gua ini bernama Luweng Ombo. Secara administratif gua ini terletak di Dusun Petung, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. Dusun petung terletak cukup jauh dari pusat kota Pacitan. Dari Terminal Pacitan, beberapa alternatif transportasi ditawarkan. Bisa mengendarai bus hingga desa Punung dan dilanjut dengan menyewa mobil pick up hingga ke dusun Petung dan bisa pula dengan langsung menyewa mobil pick up hingga Luweng Ombo. Tarifnya berkisar Rp 200.000,-.  Melalui medan bergelombang hingga berbukit kawasan karst pegunungan sewu kami tempuh selama ± 3 jam. 


Perizinan, merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk melakukan kegiatan di gua ini. Gua Luweng Ombo secara langsung berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga Pacitan. Perizinan dilakukan di kantor Disbudparpora Pacitan yang berada di Jl. WR. Supratman 20 A Pacitan. Sebaiknya surat perizinan dimasukkan jauh hari sebelum kegiatan berlangsung. Kepala Disbudparpora akan memberikan tembusan langsung untuk beberapa instansi lain seperti Bakesbangpollinmas dan BNPB Pacitan. Apabila memerlukan pemberitahuan untuk instansi kesehatan, dapat dimasukkan pula pemberitahuan ke RSUD Pacitan. Di tingkat kecamatan, surat diberikan pada Kapolsek Donorojo. Adapun di tingkat desa juga diberikan surat tembusan kepada kepala desa kalak. Di dusun Petung juga diberikan surat pemberitahuan kepada kepala dusun Petung yaitu bapak Suparni.
Berbicara tentang bapak Suparni, beliau sudah sangat dikenal oleh rekan-rekan yang pernah mengunjungi Luweng Ombo maupun gua lainnya di dusun ini bahkan sejak jaman dahulu. Kediamannya tidak jauh dari Luweng Ombo (± 1 km). Apabila tidak camp di area camping ground Luweng Ombo, kita dapat tinggal di rumah beliau.


Luweng Ombo, terletak di sisi jalan dusun petung. Terdapat camping area (pos) disini. Tidak ada sumber air di area ini, artinya pemenuhan air bisa dilakukan dipemukiman warga sekitar. Dilihat dari permukaan letak mulut gua ini tidak berada di lembahan dan bukan merupakan catchmet  area. Mulut Luweng Ombo cukup besar. Gua ini berbentuk collapse. Beberapa vegetasi seperti semak, kelapa, singkong, dan jagung dapat ditemukan di sekitaran mulut gua. Melihat ke bawah, terlihat suatu dataran hijau seperti rumput di bawah. Berbicara tentang sejarah Luweng Ombo, tidak banyak hal khusus yang beredar. Cerita dari bapak Suparni pada zaman dahulu permukaan Luweng Ombo datar dan menjadi lahan tegalan masyarakat dusun. Terdapat tempat penyimpanan padi dan tempat memelihara hewan ternak oleh salah seorang warga. Disimpan pula alat-alat pertanian disini. Hingga pada suatu hari tanpa diketahui banyak orang, dataran ini amblas dan runtuh. Hingga harta kepemilikan warga tersebut turut lenyap.
Dalam menuruni Luweng Ombo jelas persiapan peralatan terutama perlengkapan TPGV harus benar-benar lengkap. Kesiapan fisik tim di awal juga sangat penting. Anchor natural berupa batu besar di mulut gua dapat menjadi pilihan leader sebagai rigging man di gua ini. Instalasi rigging siap, dan tim satu- per satu dapat turun pada lintasan tali yang free hingga 120 m ke dasar gua. Suasana menakjubkan memandangi kemegahan Luweng Ombo tentu akan dirasakan oleh masing-masing tim ketika turun.

Dasar gua ternyata bukan suatu area yang datar. Dasar ini bergelombang. Banyak sisi berupa slope ke bawah. Boulder-boulder besar mendominasi dasar gua ini. Vegetasi yang berada disini tidak semuanya rumput. Beberapa pohon tahunan dapat ditemukan disini. Semak- belukar juga menutupi semua dasar gua. Benar-benar hijau dan terasa sirkulasi udara yang sangat segar dan indah dipandang mata. Terlihat ada beberapa lorong yang berada di sisi gua. Perlu berjalan scrambling ke bawah mendekati mulut lorong-lorong ini. Udara terasa cukup sesak apabila semakin mendekati lorong ini karena kabut tebal pertanda tingginya aktivitas kelelawar didalamnya. Dari dasar gua ini akan ditemukan kepuasan tersendiri melihat pemandangan sekitar. Suara percikan air mengalir di dinding gua, berkas cahaya yang masuk, hamparan hijau vegetasi di dasar gua, hingga burung-burung yang beterbangan di atas sana. Inilah Luweng Ombo.

You May Also Like

0 komentar